Sabtu, 02 April 2011

Pengembangan Kurikulum


Komponen-komponen Kurikulum (Visi, Misi dan Tujuan)
Suatu proses belajar mengajar (PBM) dapat berjalan efektif jika seluruh komponen yang berpengaruh dalam PBM saling mendukung dalam rangka mencapai tujuan. Kurikulum disusun oleh Satuan Pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di madrasah/sekolah. Madrash sebagai unit penyelenggara pendidikan juga harus memperhatikan  perkembangan dan tantangan masa depan. Perkembangan dan tantangan itu misalnya menyangkut :
a)      perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi,
b)      globalisasi yang memungkinkan sangat cepatnya arus perubahan dan mobilitas antar sektor serta tempat,
c)      era informasi,
d)     pengaruh globalisasi terhadap perubahan prilaku dan moral manusia,
e)      berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, dan
f)       era perdagangan bebas.
Tantangan sekaligus peluang itu arus direspon oleh madrasah, sehingga visi madrasah diharapkan sesuai deangan arah perkembangan trsebut. Visi merpakan citra  moral yang menggambarkan profil madrasah yang diinginkan dimasa datang. Namun demikian, visi madrasah masih tetap dalam koridor.
A.    VISI
Visi merupakan pandangan jauh kedepan, atau keyakinan bersama seluruh komponen madrasah akan keadaan masa depan yang diinginkan. Visi harus diungkapkan kalimat yang jelas, positif, menantang, mengandung partisipasi dan menunjukkan tentang gambaran masa yang akan datang. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilandasi oleh keimanan dan nilai-nilai ketaqwaan.
Cara menyusu visi
         TAHAP 1 : HASIL BELAJAR SISWA
            (apa yg hrs dicapai siswa berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap setelah mereka menamatkan sekolah).

         TAHAP 2 : SUASANA PEMBELAJARAN
(suasana pembelajaran seperti apa yg dikehendaki untuk mencapai hasil belajar itu)
         TAHAP 3 : SUASANA SEKOLAH
(suasana sekolah – sebagai lembaga/organisasi pembelajaran – seperti apa yg diinginkan untuk mewujudkan hasil belajar bagi siswa)
 Visi Pendidikan
         Berorientasi ke depan
         Dikembangkan bersama oleh seluruh warga sekolah
         Merupakan perpaduan antara langkah strategis dan sesuatu yang dicita-citakan
         Dinyatakan dalam kalimat yang padat bermakna
         Dapat dijabarkan ke dalam tujuan dan indikator keberhasilannya.
         Berbasis nilai
         Membumi (kontekstual)

B.     MISI
Misi merupakan jabaran dari Visi kedalam kegiatan-kegiatan atau program-program yang harus dilakukan untuk menjadikan lembaga atau madrasah yang unggul.
Misi Sekolah
1.  Mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar
2.  Meningkatkan kedisiplinan dalam berbagai aspek
3.  Melaksanakan norma-norma agama dalam kehidupan sehari-hari
4.  Mendidik dan membimbing siswa dalam meningkatkan hasil belajar
5.  Menumbuhkembangkan rasa kepedulian sosial terhadap masyarakat
6.  Memajukan kegiatan eksta kulikuler.
Misi Kurikulum
- Mewujudkan pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan.
- Mewujudkan pengembangan SDM pendidikan
- Selalu berpegang teguh pada norma-norma ke-Agamaan

C.    TUJUAN
Kurikulum dalam suatu sekolah mengandung salah satu komponen dasar yaitu komponen tujuan. Bagi orang yang berkepentingan dan berurusan dengan pendidikan dapat mengemukakan pendapatnya tentang tujuan pendidikan yang diharapkan dicapai oleh anak didiknya, baik dari orang tua, masyarakat pemakai lulusan maupun sampai pemerintah.
Tujuan pendidikan itu dinyatakan dalam berbagai rumusan, ada rumusan pendidikan yang tidak resmi seperti yang dikemukakan oleh orang tua dan masyarakat pemakai lulusan dan ada juga rumusan tujuan resmi seperti yang tertulis dalam GBHN, kurikulum sekolah atau dalam persiapan mengajar para guru.
Pengkajian terhadap rumusan-rumusan tujuan pendidikan itu akan menunjukan bahwa pada dasarnya tujuan pendidikan itu tidak berdiri secara mandiri.
Perntaan ini berarti bahwa tujuan pendidikan yang satu selalu berhubungan dengan tujuan pendidikan yang lain. Bila diurutkan tata tingkat tujuan pendidikan itu sebagai berikut :
a.       Tujuan pendidikan nasional yaitu tujuan pendidikan yang ingin dicapai pada tataran nasional. Dalam pencapaiannya dapat berwujud sebagai warga negara berkepribadian nasional yang bertanggungjawab atas kesejahteraan masyarakat, bangsa dan tanah air.
b.      Tujuan institusional yaitu yang ingin dicapai pada tingkat lembaga pendidikan, dalam pencapaiannya dapat berwujud sebagai tamatan sekolah yang mampu dididik lebih lanjut menjadi tenaga professional dalam bidang tertentu dan pada jenjang tertentu.
c.       Tujuan kurikulum yaitu tujuan pendidikan yang ingin dicapai pada tingkat tataran mata pelajaran atau bidang studi, dalam usaha pencapaiannya dapat berwujud sebagai siswa yang menguasai disiplinmata pelajaran atau bidang studi tertentu yang dipelajari.
d.      Tujuan instruksional yaitu tujuan yang ingi dicapai pada tingkat tataran pengajaran yang dapat berwujud sebagai bentuk watak, kemampuan berfikir dan berketerampilan teknologinya secara bertahap. Pada dasarnya tujuan ini merupakan perincian lebih lanjut dari tujuan
Contoh beberapa tujuan pendidikan disekolah :
a.       Terselenggaranya proses KBM yang aktif, efektif, inovatif dan menyenangkan.
b.      Tercapainya peningkatan kwalitas penuntasan  belajar dan bimbingan yang memenuhi standar nasional.
c.       Tercapainya peningkatan nilai  rata-rata hasil Ujian Akhir Semester Berstandar Nasional (UASBN)/Ujian Nasional (UN) pada setiap mata pelajaran  ( 7,00 ).
d.      Terpenuhinya sarana dan prasarana pendidikan yang kontributif  bagi pengembangan pendidikan dan pembelajaran yang bertaraf nasional.
e.       Tercapainya peningkatan penguasaan dan pengamalan IMTAQ dalam keseharian disertai penguasaan  ketrampilan dasar IMTEK, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
f.       Tercapainya peningkatan prestasi akademik dan non akademik kejenjang nasional.
g.      Terciptanya sistem yang memungkinkan terjadinya pengembangan prestasi, kompetensi dan kualifikasi guru yang berstandar nasional.
h.      Terselenggaranya peningkatan mutu kelembagaan dan manajemen sehingga terbangun kemandirian madrasah/sekolah dalam pelayanan administrasi, serta efektifitas sistem monitoring, evaluasi dan supervisi,
i.        Terwujudnya penngkatan partisipasi masyarakat  secara optimal hingga terpenuhinya standar pembiayaan dengan cara mengakses berbagai momentum untuk kepentingan madrasah/sekolah,
j.        Terwujudnya sistem penerimaan siswa baru yang konsisten dengan pengembangan Madrasah Berstandar Nasional.
DAFTAR PUSTAKA
PUSAT KURIKULKUM BALITBANG DEPDIKNAS
Ladjid, H. Hafni. Pengembangan Kurikulum Menuju Kurikulum Berbasis Kompetensi. Ciputat : Quantum Teaching. 2005

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar